Tampilkan postingan dengan label cerita bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita bijak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Misi Hidup Dalam Sebuah Kerja


misi hidup dalam sebuah kerja


Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal. yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah.

Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab, "Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun." Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit? Sekali lagi ia terkekeh. "Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja. Ah! Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. 

Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam kerja: menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.

misi hidup dalam kerja


Lanjutkan kisah menarik lainnya, Mawar Untuk Ibu Dari seorang gadis kecil


Motivasi Corner
Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih
keberhasilan. (Robert F. Kennedy)
Setiap pria dan wanita yang sukses adalah pemimpipemimpi
besar Mereka berimajinasi tentang masa
depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal,
dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang
menjadi tujuan mereka. (Brian Tracy)
Percayalah pada keajaiban tapi jangan tergantung padanya.
(H. Jackson Brown.Jr)
***********************************************************

Situs informasi tentang hadiah Nobel.
http://www.nobel.se 

Rabu, 12 Desember 2012

Mawar untuk Ibu dari seorang gadis kecil


mawar untuk ibu kumpulanbukumotivasi.blogspot.com

Seorang pria berhenti di toko bungauntuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada ibundanya yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di pinggir jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa ia menangis dan dijawab oleh si gadis kecil, ?Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan mawar itu harganya seribu.?

Pria itu tersenyum dan berkata, ?Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.? Kemudian mereka berdua masuk ke toko bunga dan pria itu membelikan si gadis kecil setangkai bunga mawar merah dan ia sendiri memesan karangan bunga yang akan dikirimkan kepada ibundanya.

bunga mawar merah


Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecilitu melonjak gembira, katanya, ?Ya, tentu saja. Senang sekali anda mau mengantarakan saya ke tempat tinggal ibu saya??

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yang ternyata sebuah pemakaman umum dimana gadis kecil itu kemudian meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal ini, hati pria itu trenyuh dan segera teringat sesuatu. Bergegas ia kembali ke toko bunga tadi, dan membatalkan pengiriman pesanannya. Ia mengambil bunga yang dipesannya tadi dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibundanya?

Selasa, 11 Desember 2012

Cerita Tentang Malaikat Pelindung

malaikat pelindung


Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan, ?Ya Tuhan, engkau akan mengirimkan aku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana??


Tuhanpun menjawab, ?Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seseorang yang khusus untukmu, dia akan merawat dan mengasihimu.? Si kecil bertanya lagi, ?Tapi disini disurga ini aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu sudah cukup untuk membuatku bahagia.? Tuhanpun menjawab, ?Taka apa, Malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.? 



Namun Si kecil bertanya lagi, ?Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?
Tuhanpun menjawab, ?Malaikatmu itu akan membisikkanmu kata-kata yang indah, dia akan selalu sabar berada disampingmu. Dan dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia. Si kecil bertanya lagi, ?Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padamu Ya Tuhan??

Tuhanpun kembali menjawab, ?Malaikatmu itu akan membimbingmu, dia akan menengadahkan tangannya bersamamu dan mengajarkanmu untuk berdo?a.? Lagi-lagi Si kecil menyelidik, ?Namun aku mendengar disana banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku??

Tuhanpun menjawab, ?Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.? Namun Sikecil kini malah menjadi sedih, ?Tuhan tentu aku akan menjadi sedih jika tak melihat-Mu lagi.?

Tuhan menjawab lagi, ?Malaikatmu akan selalu mengajarkan keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu aku akan selalu ada disisimu.?

Hening. Kedamaianpun kembali menerpa surga. Suara-suara panggilan dari bumi mulai sayup-sayup terdengar. ?Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama dari malaikat pelingdungku itu??

Tuhan kembali menjawab, ?Nama malaikatmu itu tak begitu penting? Hanya saja kamu akan sering menyebutnya dengan panggilan: Ibu??



Lanjutkah kisah menariknya lainnya, 

Cerita Menarik Tentang Paku

paku


Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang mempunyai sifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan pemarahnya, Ibunya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali dia marah.


Hari pertama anak itu telah memakuakan 48 buah paku ke pagar? Lalu secara bertahap jumlah itu mulai berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar rumah.

Akhirnya tibalah waktu dimana anak itu merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada Ibunya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu, dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu Ibunya bahwa semua pakutelah tercabut olehnya. Lalu sang ibu menuntun anaknya ke pagar. ?Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi lihatlah lubang-lubang dipagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.? Sang ibu terdiam sejenak, lalu kembali melanjutkan kata-katanya, ?Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahanmu, kata-katamu telah meninggalkan bekas seperti lubang ini?di hati orang lain.?

?Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu?Tetapi tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka tusukan itu akan tetap selalu ada?dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka pada fisik kita??



Lanjutkan juga kisah menarik lainnya, tentang Garam Dan Telaga

Cerita Di Balik Batu Besar

Batu besar

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri di depan kelas dan berkata, ?Okey, sekarang waktunya untuk kuis?. Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di atas meja. Ia mengisi ember tersbut dengan batu sebesar kepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tak ada lagi batu yang bisa di masukkan ke dalam ember tersebut. Ia lalu bertanya kepada kelas, ?Menurut kalian apakah ember ini telah penuh??
Semua mahasiswa serentak berkata, ?Ya!?.

Sang Dosen bertanya kembali, ?Sungguhkan demikian??, Kemudian dari dalam laci meja ia mengambil sekantung kerikil kecil dan menuangkan kerikil-kerikil itu kedalam ember lalu mengocok-kocok ember tadi sehingga kerikil-kerikil tadi turun kebawah mengisi celah-celah kosong diantara batu-batu. Kemudian sekali lagi ia bertanya pada kelas, ?Nah, apakah sekarang ember ini sudah terisi penuh??.
Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang diantara mereka menjawab, ?Mungkin tidak?.

?Bagus sekali,? sahut sang dosen. Kemudain ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya kedalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu besar dan kerikil. Sekali lagi ia bertanya kepada kelas, ?Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh??
?Belum!?, sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata, ?Bagus, bagus sekali,? Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkannya ke dalam ember sampai air mencapai bibir ember. Lalu ia menoleh dan bertanya ke pada kelas, ?Tahukah kalian apa maksud dari illustrasi ini??
Seorang mahasiswa dengan bersemangat mengacungkan jari dan berkata, ?Maksudnya adalah tak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga pasti bisa mengerjakannya?.
?Oh, bukan,? sahut sang dosen. ?Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari ilustrasi ini mengajarkan kepada kita bahwa, bila anda tidak memasukkan ?batu besar? terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.?

?Apa yang dimaksud dengan ?batu besar? didalam hidup anda??, dosen itu melanjutkan, ?Anak-anak anda, pasangan anda, pendidikan anda, hal-hal yang terpenting dalam hidup and. Mungkin itu sebuah hal yang mengajarkan kepada orang lain, melakukan pekerjaan yang anda sukai, waktu unutuk diri sendiri, kesehatan anda, teman, ataupun semua yang anda anggap berharga?.

?Ingatlah selalu untuk memasukkan ?batu besar? terlebih dahulu atau anda akan kehilangan semuanya?, lanjut sang dosen. ?Bila anda mengisinya dengan batu-batu kecil (semacam kerikil dan pasir), maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya bisa anda pakai untuk hal-hal yang lebih besar dan penting.?

?Oleh karena itu, pesan saya, setiap pagi atau malam ketika anda mengingat kuliah hari ini, tanyalah pada diri anda sendiri: Apakah ?batu besar? dalam hidup saya?. Lalu kerjakan itu pertama kali!?, demikian sang dosen menutup kuliah hari itu.



Lanjutkan cerita yang menarik nya. Paku

Senin, 10 Desember 2012

Kisah Tentang Sang Juara

sang juara


Suatu ketika ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil mainan. Suasana sungguh meriah saat itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil yang mereka miliki. Semuanya buatan sendiri, karena memang demikianlah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Adi. Mobilnya tidak istimewa. Namun ia termasuk kedalam 4 anak yang masuk final. Dibanding dengan semua lawannya, mobil Adi-lah yang paling tidak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekeuatan mobil itu untuk bersaing berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang mobil itu tidak menarik. Dengan kayu yang sederhana, dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki lawan-lawannya. Namun, Adi bangga dengan semua itu, sebab mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan lomba balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mainan mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan telah siap 4 mobil dengan 4 ?pembalap? kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun sesaat kemudian, Adi meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdo?a. Matanya terpenjam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan do?a. Lalu semenit kemudian ia berkata, ?Ya, aku siap!?.
Dor! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itupun meluncur dengan cepat. Setiap orang yang menonton bersorak-sorai, bersemangat menjagokan mobil pilihannya masing-masing.
?Ayo, ayo?cepat?cepat , maju?maju??, begitu teriak mereka.
Ahha?sang juara harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Adi-lah juaranya. Ya, semuanya senang, begitu juga Adi. Ia berucap dan berkomat-kamit lagi dalam hati. ?Terima kasih?.

Saat pembagian piala tiba, Adi maju kedepan dengan bangganya. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya, ?Hai jagoan, kamu tadi pasti berdo?a pada Tuhan agar kamu menang, bukan??. Adi terdiam, ?Bukan Pak, bukan itu yang aku panjatkan?, sahut Adi.
Ia lalu melanjutkan, ?Sepertinya tidak adil meminta kepada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku hanya bermohon kepada Tuhan, supaya aku tidak menangis jika aku kalah.?

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

HIKMAH YANG TERKANDUNG DI KISAH SANG JUARA (English)


Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Adi, tidaklah bermohon kepada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Adi, tidak memohon untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tidak meminta Tuhan untuk mengabulkan semua harapannya. Ia tidak berdoa untuk menang dan menyakiti yang lainnya. Tetapi, Adi bermohon kepada Tuhan agar diberikan kekuatan untuk menghadapi itu semua. Ia berdoa agar diberikan kemuliaan dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.


Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdo?a kepada Tuhan agar mengabulkan semua permintaan kita. Terlalu sering kita meminta kepada Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi juara dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdo?a kepada Tuhan untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada didepan mata. Padahal yang kita benar-benar butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?


Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat tanpa sedikitpun bisa bersyukur. Kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tidak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat bukan untuk membuat kita menjadi lemah. Sesungguhnya Tuhan SELALU memberikan ujian bagi hamba-Nya yang shaleh.



Cangkir yang Cantik


Cangkir Yang Cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi berbelanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. ?Lihat cangkir itu?, kata si nenek kepada suaminya. ?Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat?, ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud itu berbicara, ?Terimakasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidaklah cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.?

?Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa sedikit pusing. Stop! Stop! Teriakku, tetapi orang itu berkata, Belum!, lalu ia mulai menyodokku dan meninjuku berulang-ulang?.
?Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih parah lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.?

?Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini kembali menyahut, Belum!?

Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Tapi, ternyata belum. Setelah dingin, ia menyerahkan aku ke seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.

Wanita itu berkata, ?Belum!?. Lalu ia memberika aku kepada seorang pria dan ian memasukkan aku ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. ?Tolong! Tolong! Hentikan penyiksaan ini?, sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas ?menyiksaku? kini dibiarkannya diriku menjadi dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita mengangkat dan menempatkanku didekat kaca. Aku melihat diriku dan aku terkejut sekali. Hampir-hampir aku tidak percaya, karena dihadapanku telah berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua penderitaan dan kesakitanku yang lalu menjadi sirna tatkala aku melihat diriku sekarang ini.

MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM CERITA CANGKIR YANG CANTIK

Seperti itulah Tuhan membentuk kita. Ibarat sebuah cangkir yang cantik. Pada saat Tuhan membentuk kita mengarungi hidup ini, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara Tuhan untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila anda jatuh kedalam berbagai cobaan, sebab anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan kekuatan. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna dan utuh, tidak kurang suatu apapun.

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan berkecil hati. Karena Dia sedang membentuk anda. Proses pembentukannya memang menyakitkan dan membuat penderitaan. Namun, percayalah, setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan menghasilkan anda.



Dibalik Jendela Rumah Sakit

Jendela Rumah Sakit

Dua orang pria keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat disebuah kamar rumah sakit. Seorang diantaranya menderita sakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam setiap sore untuk mengosongkan cairan dalam perutnya. Kebetulan tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus diatas punggungnya.
Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi salama liburan.

Setiap sore ketika pria yang tempat tidurnya dekat dengan jendela diperbloehkan duduk didekat jendela, ia menceritakan tentang apa yang ia lihat diluar jendela kepada teman sekamarnya itu. Selama satu jam itulah pria kedua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada diluar sana.

?Diluar jendela tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan tangan ditengah taman yang dipenuhi beraneka macam bunga warna-warni pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Sebuah senja yang indah.?
Pria pertama itu menceritakan keadaan diluar jendela dengan detil. Sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang dalam menjalani kesehariannya dirumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk didekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria kedua tidak dapat mendengarsuara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria pertama yang menggambarkan semau itu denga kata-kata yang indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan satu minggupun berlalu.

Suatu pagi perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring didekat jendela itu telah mninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenaazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta kepada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur didekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksa dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya kejendela disamping tempat tidurnya. Namun, seketika Ia terkejut dengan apa yang dilihatnya, Apa? Ternyata jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!

Ia berseru memanggil kepada perawat dan menanyakan apa yang membuat kawan sekamarnya yang sudah meninggal tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah dibalik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adaalh sorang yang buta dan bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun. ?Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup?, kata perawat itu?

HIKMAH YANG TERKANDUNG JENDELA RUMAH SAKIT


Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Sebagaimana dalam cerita Jendela Rumah Sakit. Setiap kata adalah layaknya pemicu yang mampu menelisik hati terdalam manusia, dan membuat kita tergerak untuk melakukan sesuatu. Kata-kata selalu bisa memacu dan memicu untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita dalam berpikir dan bertindak.

Kita percaya dalam setiap kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Kekuatan kata-kata akan selalu hadir pada kita yang percaya. Kita percaya kata-kata yang santun, sopan, penuh motivasi, bernilai dukungan akan memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. 



Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan sebanding dengan separuh kemuraman, namun menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri.




Hidup adalah Pilihan

hidup adalah pilihan

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar disebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, ?Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam ditanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku?. Dan bibit itupun tumbuh makin menjulang,

Bibit kedua bergumam, ?Aku takut, jika kutanamkan akarku kedalam tanah ini, aku tak tahu apa yang akan kutemui didalam sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku pasti akan terkoyak.?

?Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha mencabutku dari tanah. Tidak. Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.?

Dan bibit itupun menunggu dalam kesendiriannya.
Beberapa pekan kemudian seekor ayam menggilas tanah itu, menemukan bibit kedua tadi dan mencaploknya segera.



HIKMAH DARI KISAH HIDUP ADALAH PILIHAN


Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita alami dalam hidup. Namun seringkali kita ada dalam situasi ketakutan, kengerian, pesimistis, keraguan dan kebimbangan, yang kita ciptakan sendiri.

Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tidak mau melangkah dan tidak mau menatap hidup. Kerap kali kita terpenjara oleh pola pikir kita sendiri yang membawa aura negative terhadap diri kita, yang kemudian mempengaruhi tindakan kita menjadi negative pula dan akhirnya memilih untuk mundur ataupun diam, tidak melakukan apa-apa.

Dan karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah dengan gagah. Karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.

Kisah menarik lainnya di, Jendela Rumah Sakit 

Minggu, 09 Desember 2012

Ikan Kecil dan Air


ikan kecil dan air

Suatu hari seorang anak dan ayahnya sedang duduk berbincang-bincang ditepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, ?Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.?

Pada saat yang bersamaan seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil ini berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya. ? Hai, tahukah kamu dimana air itu? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.?

Ternyata semua ikan tidak ada yang mengetahui dimana air itu, si ikan kecilmulai gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu, ikan  ini menanyakan hal yang serupa, Dimanakah air itu??
Jawaban ikan sepuh adalah, ?Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga bahkan kamu tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati. ibarat cinta dan waktu, tanpa waktu cinta tak akan ada?

MAKNA YANG TERKANDUNG

Apa arti cerita tersebut diatas? Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai tidak menyadarinya.


Rabu, 05 Desember 2012

Tak Ada Yang Sia Sia

tak ada yang sia sia
"Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik"

Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir dengan penuh sia sia, pasti terdapat maksud di dalam alur tujuan. Mungkin saja anda pernah mengalami pengalaman buruk yang tidak mengenakan dalam hati, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila anda berani menengok ke sisi yang lain anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda.



Anda tidak harus menjadi orang yang selalu tersenyum terus, atau menampakan wajah yang selalu ceria. Optimisme terletak di dalam hati buka hanya sekedar terpampang di muka. jadilah optimis karena hidup ini teralu rumit untuk dipandang dengan hanya mengerutkan alis.




Setiap tetes air yang keluar dari mata air lalu mereka mengalir menuju ke laut, meski harus melewati anak sungai, kali keruh, danau, muara dan selokan, mereka yakin bahwa perjalanan mereka bukan tanpa tujuan bahkan, ketika menunggu di samudra , setiap tetes air tahu suatu saat panas dan angin akan membawa merka ke pucuk pucuk gunung. menjadi awan dan menurunkan hujan sebagian menyuburkan rerumputan sebagian tertampung dalam sumu - sumur. sebagian kembali ke laut dan tak ada yang sia sia dari setiap tetes air yang anda temui di selokan rumah anda ? 


TAHUKAH ANDA ?

panda cina
Sebuah pabrik biskuit di cina berhasil menciptakan biskuit yang digemari panda. panda panda yang kekurangan gizi, mengkonsumsi biskuit itu dengan lahap di pusat pemelihaaan panda raksasa di chendu, di provinsi Sichuan Apa kunci keberhasilan itu ? ternyata bentuk biskuit itu mirip dengan makanan panda, yakni bentuk bambu. tak jelas bagaimana rasa biskuit itu, yang pasti di dalam biskuit itu dimasukan vitamin dan juga serat untuk meningkatkan nutrisi dari binatang yang kini sudah maskin punah.Di seluruh Cina diperkirakan kini cuma ada 1.000 panda yang hidup di hutan. 120 di kebun binatang dan pusat riset dalam 20 tahun terakhir habitat panda telah berkurang sampai 40%.

KATA BIJAK HARI INI

"Kebahagian anda tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain, namun. Bilamana anda tidak mencoba membantu sesama kebahagian akan layu dan mengering. kebahagian bagaikan sebuah tanaman, harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi."  (J Donald Walters)





Kamis, 29 November 2012

Mempertarunkan Hidup

mempertaruhkan hidup

Di depan para muridnya seorang guru menceritakan pengalaman bertemu dengan seorang veteran prajurit mantan penerbang Perang Dunia II. Pada suatu hari prajurit tersebut harus menerbangkan ratusan pekerja rodi dari Cina untuk menggarap proyek jalan lintas hutan di Myanmar.

Jarak tempuh penerbangan tersebut cukup jauh dan lama. Untuk menghilangkan kebosanan sekaligus memanfaatkan waktu luang, para pekerja itu bermain judi dengan kartu. Awalnya mereka bertaruh dengan uang dan harta yang melekat di badannya. Nah, semakin lama karena tidak ada yang dipertaruhkan, mereka bertaruh dengan hidupnya. Yang kalah harus terjun keluar pesawat tanpa menggunakan parasut.

?Alangkah mengerikan dan kejamnya mereka!? teriak salah sorang murid mendengar cerita tersebut. ?Memang benar?, jawab sang guru. ?Tetapi dengan begitu permainan menjadi semakin asyik!?.
Kemudian ia melanjutkan bicaranya, ?Engkau baru bisa mensyukuri hidup bila pernah mempertaruhkannya!?



Selasa, 27 November 2012

7 Keajaiban Dunia

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari ?tujuh keajaiban dunia?. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan ?tujuh keajaiban dunia? saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi:
  1. Piramida
  2. Taj Mahal
  3. Tembok Besar Cina
  4. Menara Pisa
  5. Kuil Angkor
  6. Menara Eiffel
  7. Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, ?Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.?
Sang guru berkata, ?Baik, katakana pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.?
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, ?Saya rasa tujuh keajaiban dunia adalah,


7 keajaiban dunia

  1. Bisa melihat
  2. Bisa mendengar
  3. Bisa menyentuh
  4. Bisa menyayangi
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
  1. Bisa merasakan
  2. Bisa tertawa
  3. Dan, bisa mencintai
Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya ?keajaiban?. Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan berikan untuk kita, kita menyebutnya sebagai ?biasa?.
Hari itu mereka diingatkan kembali segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan mereka.




Cerita Tentang Kesombongan Diri


kesombongan diri

Budi seorang anak laki-laki SD kelas 3 baru saja memenangkan sebuah medali sebagai pembaca terbaik dikelas. Terbuai oleh kesombongan ia menyombongkan diridi depan pembantu rumah, ?Bibi, coba lihat, jika mau bibi bisa membaca sebaik saya?.
Pembantu itu mengambil buku, memandangnya dan akhirnya berkata dengan terbata-bata, ?Nak Budi, saya tidak bisa membaca.?

Kesombongan ini  seperti burung merak, anak kecil itu lari ke ruangan keluarga dan berteriak kepada ayahandanya, ?Yah, bibi tidak bisa membaca, sedangkan saya yang baru berumur 8 tahun aja sudah dapat medali untuk kehebatan membaca. Saya ingin tahu bagaimana sih perasaannya memandang buku tapi tidak bisa membacanya.?

Tanpa berkata sepatah kata pun sang ayah beranjak ketempat rak buku, mengambil sebuah buku, memberikannya ke Budi lalu berkata, ?Bibi merasa seperti ini,? Buku itu ditulis dalam bahasa Jerman sehingga Budi tidak mengerti dan tidak bisa membaca satu patah katapun.

Anak laki-laki kecil itu tidak akan pernah melupakan pelajaran hari itu. Bila perasaan sombong itu datang, dia akan segera mengingatkan dirinya, ?Ingat, kamu tidak bisa membaca dalam bahasa Jerman?.

Lanjutkan Cerita Menarik lainnya di, 7 Keajaiban Dunia

Senin, 26 November 2012

Cerita Menarik Di Balik Batu Kusam

Suatu ketika seorang pengrajin batuberjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat seonggok batu dengan warna coklat kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan kenampakan luarnya relative lapuk. Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala dan mulai terlihat warna asli dari batu tersebut adalah putih.

Dibawanya batu itu kerumahnya, dipotongnya dengan menggunakan gerinda (alat pemotong batu), hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Dihaluskannya permukaan yang kasar dari batu tersebut dan kemudian dipoles.

batu kusam

Siang dan malam ia berusaha membentuk sebuah batu kusam penghias cincin dari warna batu yang putih dan kasar berangsur-angsur menjadi putih mengkilap dan licin. Pengrajin tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin dan akhirnya terciptalah sebuah batu bernilai sangat tinggi.


Alam banyak memberikan berbagai pelajaran kepada bagi kita. Kita adalah sebongkah batu kondisi lapuk, berlumut dan rapuh. Rapuh adalah kondisi kita yang tidak mampu melawan cobaan. Pukulan godam, gesekan gerinda, percikan api, polesan amplas adalah gambaran dari cobaan yang datang untuk menempa kita.

Terkadang kita menolak cobaan yang datang tetapi sebenarnya cobaan tersebut adalah sarana yang datang dari sang pencipta untuk membentuk kepribadian kita sehingga kita bisa terlihat bersinar dan bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan kepada kita.

Sekarang mari kita pikirkan dimanakah posisi kita? Apakah kita seonggok batu yang tidak berharga? Ataukah kita seonggok batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang memiliki nilai yang sangat mahal??



Mari kita lanjutkan cerita bijak lainnya di Pertunjukan terakhir